Pada Ulang Tahun Si Jilbab Ungu Itu Luncurkan Buku Tenun Akar

Nov 1, 2026 - 01:56 WIB
Pada Ulang Tahun Si Jilbab Ungu Itu Luncurkan Buku Tenun Akar

Nazkanews - SIAPA tidak kenal dengan Si Jilbab Ungu. Dialah Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., anak dari almarhum Maimanah Umar (anggota DPD Ri).

Misharti merayakan ulang tahunnya ke-56 (lahir 29 Oktober 1970) di gedung serba guna Miranda Convention Center (MCC) yang juga diresmikan dan perdana dipakai pada hari jadinya itu, berbarengan dengan diresmikannya Masjid Ashabul Miranda di Jl Labersa Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Minggu malam (1/1/2026).

Milad Misharti ini merupakan apresiasi dari sang suami dan anak-anaknya. Dia menyampaikan rasa syukur atas nikmat usia 56 tahun dan amanah yang diemban. 

Pada acara itu dimeriahkan dengan meluncurkan buku karyanya berjudul Tenun Akar (Keluarga, Perempuan dan Cara Kita Memimpin) edisi ke-4. Hal ini menjadi refleksi perjalanan pengabdian, nilai-nilai budaya, dan peran perempuan dalam membangun Kampar.

Misharti menceritakan tentang mengapa dia menulis buku itu. Ia menceritakan dengan suaminya maksud dan tujuan menulis buku itu.

"Inilah yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita ke depan mungkin umur kita tak sampai lama tetapi buku dan karya akan selalu ada dan itu akan dibaca oleh anak-anak kita ke depan, maka mulai 2019, saya menulis buku hingga keempat ini sejak masih duduk sebagai anggota DPD MPR RI hingga sekarang," terangnya.

Buku 'Tenun Akar' ini bukan sekadar tulisan, tapi adalah ikhtiar untuk merawat akar budaya kita. Tenun adalah simbol ketekunan, kesabaran, dan kekuatan perempuan Kampar. Dari akar yang kuat, kita menenun masa depan Kampar yang lebih maju dan bermartabat.

Hal ini bisa menjadi harapan, cita-cita, dan seksligus motivasi bagi anak-anak kita ke depan. 

Ringkasan buku itu menceritakan bagaimana akar-akar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya akar adalah keluarga, iman dan adat yang membentuk diri kita. Banyak kebaikan-kebaikan orang terdahulu yang patut ditiru dan jaga.

Tenun bermakna, kehidupan bersama dibangun dengan banyak tangan, maka saling mengambil bagian agar tidak seluruh beban berada di satu pundak satu orang. Dengan demikian sebagai perempuan buka semata-mata sebagai pelengkap perubahan.

Melainkan sebagai manusia utuh yang memiliki hak, memiliki akal, serta tanggung jawab atas tumbuh dan masa depannya. Perempuan berdaya adalah dia yang memiliki ruang nyata dalam pengambil keputusan.

Dalam buku itu ada satu bab yang berjudul Siapa Yang Berdiri Setelah Makan. Ketika semua orang sudah kenyang, siapa yang mengangkat piring dan membersihkan meja. Siapa yang masih memikirkan kebutuhan esok hari ketika anggota keluarga yang lain sudah beristirahat. 

Disini diterjemahkan bagaimana seorang anak akan belajar tentang keadilan. Anak melihat siapa yang terus bekerja, siapa yang boleh beristirahat, dan apakah orang-orang di rumahnya saling meringankan beban. Jauh sebelum seorang anak mengenal kata kepemimpinan, bagaimana orang dewasa menggunakan kebenarannya di rumah. Dari hal inilah ditulis buku ini.

"Jejak langkah saya di dunia pendidikan serta amanah di ruang pabrik mempertemukan saya pada satu kesadaran bahwa apa yang terjadi di balik pintu rumah berkaitan dengan bagaimana masyarakat kita bekerja dan menggunakan kekuasaannya. Bagi saya, akar adalah keluarga, iman, dan adat yang membentuk diri kita.

Ia berharap buku itu dapat menjadi inspirasi bagi kita semua terutama kaum perempuan bagaimana menyatukan perhatian dalam kehidupan keluarga dapat melahirkan karakteristik pemimpin yang adil dan bermanfaat bagi semua masyarakat.

Kemudian ia menjelaskan bahwa gedung MCC itu dibangun dari semangatnya bersama suami Anda Wijaya Zain yang menginginkan adanya satu tempat di mana untuk bisa banyak membantu orang. 

Gedung itu nantinya dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, acara pernikahan atau acara rapat yang disebelahnya juga telah dibangun masjid Ashabul Miranda. 

"Miranda adalah kependekan dari nama kami berdua Misharti dan Anda," ucapnya.

Gedung itu akan dibangun tiga lantai, lantai satu untuk gedung serbaguna, lantai dua untuk santai ngopi dan ada dua kamar untuk acara pernikahan yang diberikan gratis. Lantai tiga untuk olahraga.

"Lantai III untuk penyaluran hobi pak Anda da. pak Bupati bermain badminton," kata dia.

Sekda Provinsi Sayhrial Abdi mewakili Plt. Gubernur Riau hadir bersama mantan Gubri Arsyad Juliandi Rahman, Mambang Mit. Hadir juga Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama istrinya, Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, pimpinan OPD Setda Kampar, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh perempuan, keluarga besar, serta sahabat dan kerabat Wakil Bupati.

Sementara itu Syahrial Abdi menyampaikan ulasan tentang bagaimana akar itu tumbuh kuat sebagaimana bambu cina.

Filosofi bambu cina mampu tumbuh hingga lima tahun drngan akarbyang sangat kokoh, mampu tumbuh di berbagai jenis tanah dan dapat beradaptasi pada dataran rendah dan tinggi. 

Tumbuh berkelompok dan berkembang pesat, memiliki rangka yang kuat dan batangnya lentur dan melambangkan integritas, kerendahan hati, ketahanan, keuletan, serta keharmonisan, mampu melengkung diterpa angin namun tidak patah.

"Patut merasa bangga atas peluncuran buku keempat ini yang bercerita tentang keluarga, perempua dan cara memimpin. Ibu Misharti berhasil mengimplementasikan keberhasilannya dalam menjalankan peran dan fungsinya. Mulai jadi anggota DPD sampai hari ini menjadi wakil bupati," terangnya.

Hal ini menunjukkan adanya warisan yang tumbuh kuat dan menjadi besar sebagaimana warisan dari ibunda Maimanah Umar. 

"Bagaimana akar yang ditakamkan di dalam keluarga besar ini, hari ini melahirkan juga orang-orang besar yang hadir bersama-sama kita pada malam hari ini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa sesuatu yang kita lihat, mungkin tidak hari ini, namun itu ada prosesnya," terangnya.

Ia mengucapkan selamat atas peluncuran buku Tenun Akar dan peresmian MCC dan Masjid Ashabul Miranda. Semoga memberi manfaat untuk masyarakat. 

Sementara itu Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan, ucapan selamat ulang tahun, peluncuran buku Tenun Akar, peresmian gedung serbaguna MCC dan Masjid Ashabul Miranda.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Kampar beserta seluruh jajar dan masyarakat Kabupaten Kampar mengucapkan Selamat ulang tahun yang ke-56 untuk Ibu Hj. Misharti, semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu dilindungi oleh Allah SWT beserta seluruh keluarganya," ujarnya. 

Ia juga mengucapkan selamat atas peluncuran buku Tenun Akar dan diresmikannya gedung MCC serta Masjid Ashabul Miranda, semoga bangunan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

Yuzar mengaku baru mengenal Misharti pada saat memcalonkan diri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati. Ia hanya mengenal Pj. Bupati Firdaus.

"Saya tidak pernah membayangkan akan berpasangan dengan baliau. Beliau orang yang sangat berdesikasi tinggi dan membantu Bupati Kampar dalam mensukseskan tugas-tugas sehari-hari," aku Yuzar

Ia menyampaikan motivasi untuk terus berkarya untuk membangun Kabupaten Kampar. 

Acara semakin khidmat dengan pemotongan tumpeng dan suapan kue ultah, penandatanganan prasasti dan foto bersama. (*)