Gerak Syariah Dorong Kemandirian 600 Disabilitas
JarNas - Sebanyak 600 sahabat disabilitas dari berbagai komunitas di wilayah JABODETABEK menghadiri kegiatan Gerak Syariah 1447 H: Literasi, Edukasi Keuangan Syariah dan Ta’awun Disabilitas yang diselenggarakan di Masjid Umar bin Khattab, Jatinegara, Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB ini dihadiri dibuka dengan sambutan-sambutan dari Murniati Mukhlisin selaku Pendiri Sakinah Finance, Deka Kurniawan selaku Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Siti Mardiah dari perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Siswadi selaku pembina komunitas disabilitas. Sedangkan Mirna Rafki mewakili Universitas Tazkia memberikan motivasi kepada peserta yang hadir.
Turut hadir juga Azizatun Azhimah selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Dwi Irianti Hadiningdyah yaitu Direktur Keuangan Sosial Syariah , KNEKS, dan Mudzakir selaku Direktur Utama Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan perwakilan dari BAZMA Pertamina, Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), Pembina Ima Tauhid Islam/Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) serta berbagai komunitas disabilitas dari Jakarta, Bogor, dan Bekasi.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yaitu QS Al-Baqarah (2):17–20.
Ruslatif melantunkan ayat suci dengan Al-Qur'an Braille dan Aldric menyampaikan dengan Al Qur'an bahasa isyarat. Kemudian, dilanjutkan doa pembuka oleh Ajad Sudrajat penyandang tunanetra dari komunitas PERTUNI.
Suasana semakin khidmat dengan penampilan qasidah dari PPDI Bogor yang beranggotakan sahabat tunanetra, menghadirkan semangat dan inspirasi kebersamaan.
Dalam sambutannya, Siswadi menekankan pentingnya menumbuhkan kemandirian dengan terus berusaha, peduli terhadap lingkungan sosial, dan saling membantu.
Murniati Mukhlisin menyampaikan pesannya tentang komitmen Sakinah Finance. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan program pemberdayaan disabilitas melalui literasi perencanaan keuangan syariah, pelatihan kerja, fasilitasi studi lanjut, pelatihan bisnis dan digital marketing” ujarnya.
Murniati juga mengingatkan bahwa Allah memberikan permisalan tentang yang tuli, bisu, dan buta agar manusia tidak lalai dalam mendengar, menyampaikan, dan melihat kebaikan.
Deka Kurniawan menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa. _“Dengan memahami literasi keuangan syariah, Disabilitas Berdaya, Indonesia Berjaya,”_ ujarnya.
Perwakilan Kemensos RI menambahkan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah serta penguatan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat inklusif.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan sejumlah penyerahan simbolis, antara lain:
- Penyerahan Al-Qur’an Braille dari ESQ Kemanusiaan
- Simbolis penyerahan Kartu Ta’awun dari ASYKI
- Beasiswa pelatihan perencanaan keuangan syariah untuk 60 peserta disabilitas
- Dukungan dana penyelenggaraan acara dari UPZDK Permata Syariah, BAZMA Pertamina, dan AirNav Indonesia.
Memasuki sesi edukasi, Madam Ani memandu literasi keuangan syariah dengan simulasi perencanaan keuangan rumah tangga dan bisnis. Peserta diajak menyusun anggaran dengan mencatat pendapatan bulanan, pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan, termasuk biaya hidup, utang, proteksi, dan investasi.
Metode SWOT yang diperkenalkan oleh Farisah dianalogikan sebagai “cermin dan teropong”: cermin untuk melihat potensi yang dimiliki, dan teropong untuk menangkap peluang di sekitar.
Setelah Salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Kartu Ta’awun serta pelatihan tematik seperti public speaking, eco-enzyme, cinta rupiah, journaling, storytelling, mediasi-negosiasi, hingga pelatihan kerja di lembaga zakat.
Motivasi dari Bunda Mirna menutup sesi inspiratif dengan pesan tentang ketenangan jiwa: tidak membenci, tidak berkeluh kesah, hidup sederhana, berprasangka baik kepada Allah, gemar berbagi, bersyukur _“La’in syakartum la-azidannakum”_ mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka, serta menjauhi iri, dengki, dan permusuhan.
Acara yang juga dihadiri media nasional seperti CNBC dan CNN ini ditutup dengan doa dan buka puasa bersama, menegaskan semangat kolaborasi dan ta’awun di bulan Ramadan.
Gerak Syariah 1447 H menjadi bukti bahwa literasi keuangan syariah bukan sekadar pengetahuan, tetapi jalan menuju kemandirian. Ketika kepedulian dan kolaborasi tumbuh, disabilitas berdaya bukan sekadar harapan — melainkan gerakan nyata menuju Indonesia yang lebih inklusif dan berjaya.
Sumber:
Humas Sakinah Finance



