Sebanyak 200 Siswa Sekolah Lansia se-Kampar Berkunjung ke Masjid Hj. Rohana Di Kediaman UAS
Nazkanews- Sebanyak 200 siswa Sekolah Lansia Salo berkunjung dan bersilaturrahmi ke Masjid Hj. Rohana di kediaman Ustad Abdul Somad di Kecamatan Tambang, Kampar, Riau, Rabu (28/10/2026).
Rombongan itu terdiri dari delapan sekolah masing-masing dari tiga Sekolah Lansia dari Kecamatan Tapung yakni Desa Sari Galuh, Desa Sungai Putih dan Posyandu Lansia Desa Sibuak dibawah binaan Perkasa.
Empat Sekolah Lansia binaan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kampar yakni Desa Ranah dan Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Desa Salo Kecamatan Salo serta Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. Satu sekolah binaan Al Hidayah dari Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir.
Rombongan datang dengan mengendarai tujuh bus, berangkat dari desa asal sekitar pukul 06.00 WIB dan acara dimulai pukul 08.30 WIB. Pertemuan dengan ustad kondang itu dibatasi waktu disebabkan jadwal kegiatan UAS ke Malaysia.
Selama satu jam UAS bercerita tentang asal mula ia mendirikan Masjid Hj. Rohana yang merupakan nama ibu kandungnya.
"Awal mula saya berniat membangun rumah untuk ibu saya, rumah sebelah kanan masjid ini berwarna putih dua lantai, saya buatkan khusus untuk ibu saya," ujarnya.
Di rumah itu hanya ditinggali ibu kandungnya sendiri, sementara UAS tidak tinggal bersama disana. Ia membangun rumah lain bersama istrinya di sekitar lokasi itu juga.
"Alasan saya tidak tinggal disana disebabkan, jika ia datang ke rumah itu, maka ia datang sebagai tamu bukan tuan rumah, yang tuan rumah adalah ibu saya," tuturnya menguraikan cerita sambil mengenang ibunya wafat setelah tidak lama rumah itu selesai dibangun.
Rumah itu hingga sekarang kosong dan hanya dijadikan rumah wakaf, dan digunakan hanya untuk menerima tamu.
Selepas rumah itu selesai dibangun UAS membangun Masjid itu atas nama ibundanya secara bertahap hingga berdiri masjid megah disamping kediaman rumah ibunya itu.
Disela waktunya yang sangat terbatas itu UAS juga menyampaikan isi materi Dimensi Spiritual yang merupakan materi atas nama Sekolah Lansia.
UAS memberikan wejangan kepada ibu-ibu lansia bagaimana keseharian hidup kita tidak kosong dengan memperbanyak zikir sebagai aliran pikiran yang sesak dengan urusan duniawi.
Selain itu, Dosen UIN Susqa ini juga menceritakan bagaimana dirinya telah mempersiapkan diri menghadapi kematian, mulai dari pakaian untuk dibawa mati sampai ke persiapan siapa-siapa saja yang sudah dimintainya untuk memandikan mayatnya kelak serta makamnya.
Dalam seminggu hanya tiga hari UAS berada dikediamnnya yakni Selasa, Rabu dan Kamis, selebihnya ia berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia juga ke mancanegara.
Diakhir ceritanya, ia sangat terkesan dengan adanya sekolah lansia. "Meski saya sudah mencapai S1, S2, S3 dan Profesor, ternyata masih ada sekolah lagi yang harus saya tempuh yakni sekolah lansia. Umur saya sekarang baru 49 tahun, nanti masuk unur 60 tahun saya akan sekolah lansia lagi," ujarnya sambil tertawa.
Mewakili Ketua BKMT Kabupaten Kampar Debi Ricardo menyampaikan rasa syukur, "alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sangat lancar dan semoga Sekolah Lansia dapat terus menjadi wadah untuk para lansia di Kabupaten Kampar untuk berkumpul bersama, bahagia bersama," ujarnya.
Disisi lain mewakili Kepala Dinas DPPKBPPPA Kabupaten Kampar Satiti Rahayu menyampaikan bahwa Sekolah Lansia merupakan program dari pemerintah yang dijalankan belum tersedia anggaran.
"Namun karena ini sangat penting, maka pihaknya sebagai perwakilan dari dinas yang menaungi sekolah lansia harus menjalankan program tersebut dengan baik," jelasnya.
Hadir disana Kepala Sekolah Desa Salo Hj. Netty Mindrayani, S.Sos., M.Si, Kepala Sekolah Koto Perambahan Rina Dianti, Kepala Sekolah Desa Tarai Yanti dan Kepala Sekolah Desa Ranah Dr. Mardiana.
Selepas dari kediaman UAS, rombongan meneruskan perjalanan ke Masjid An-Nur Pekanbaru mengikuti Kuliah Tujuh Menit bersama pengurus masjid disana. Dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasan tentang kesehatan bersama para dokter dari RSU Arifin Ahmad. (*)




