GRANAT Gandeng JMSI Kampar Hadirkan Syahrul Aidi Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Universitas Pahlawan 

Oct 29, 2026 - 17:23 WIB
GRANAT Gandeng JMSI Kampar Hadirkan Syahrul Aidi Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Universitas Pahlawan 

Nazkanews - Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Kampar bekerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi bahaya narkoba diikuti ratusan mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) di Pendopo UPTT Bangkinang, Kamis (29/10/2026).

"Jangan anggap remeh soal narkoba, ini sangat berbahaya, bukan saja ancaman hukumnya sangat berat tetapi juga merusak masa depan generasi muda," kata Ketua DPC GRANAT Kabupaten Kampar Juswari Umar Said saat memberikan materi dihadapan ratusan mahasiswa UP dari berbagai fakultas yang ada.

Dia menjelaskan bahwa tindak pidana narkotika memiliki konsekuensi hukum serius, termasuk ancaman pidana penjara hingga 20 tahun dan pidana mati untuk tindak pidana tertentu sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia mengajak seluruh mahasiswa menjauhi narkoba dan menghindari lingkungan yang dapat mengganggu harapan mencapai cita-cita di masa depan.

Lawyer kondang ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan tugas aparat hukum saja, namun tanggung jawab bersama

Kolaborasi antara pemerintah sebagai pihak yang juga memiliki tanggung jawab, perguruan tinggi memiliki kekuatan ilmu pengetahuan, media memiliki kekuatan informasi, begitu juga keluarga memiliki kekuatan pendidikan keluarga.

"Apabila kekuatan itu bersatu, insyaallah kita dapat membangun Kabupaten Kampar yang semakin tangguh menghadapi ancaman narkoba," ujarnya.

Juswari yang juga Dosen Fakultas Hukum di UP ini menyampaikan komitmennya sebagai Ketua GRANAT untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, insan pers dan seluruh masyarakat.

Sementara itu Ketua JMSI Kabupaten Kampar Netty Mindrayani dalam sambutannya memgapresiasi GRANAT dapat menggelar sosialisasi itu "Ini penanda dimulainya sebuah kolaborasi strategis bentuk jalinan kerjasama antara tiga pilar kekuatan bangsa yakni Organisasi Masyarakat Anti Narkotika, Dunia Akademik, dan Media.

GRANAT hadir sebagai garda terdepan dalam gerakan moral dan sosial. Universitas Pahlawan hadir sebagai garda terdepan dalam pendidikan dan pembentukan karakter dan JMSI garda terdepan sebagai corong edukasi, benteng literasi dan jembatan kolaborasi

"JMSI akan memastikan sosialisasi, penyuluhan dan aksi nyata GRANAT dan Universitas Pahlawan tersampaikan secara luas dan benar. Selain itu memerangi peredaran informasi yang menyesatkan tentang narkoba, mengedukasi generasi muda untuk bijak bermedia dan berani berkata TIDAK pada narkoba," terangnya.

Kemudian JMSI siap memfasilitasi program berkelanjutan misal pelatihan jurnalistik anti narkoba bagi mahasiswa, lomba karya tulis anti narkoba, hingga pembentukan Duta Anti Narkoba Kampus yang akan kami publikasikan secara masif.

"Saya mengajak seluruh mahasiswa yang hadir. Jadilah agen GRANAT di lingkungan masing-masing. Satu mahasiswa menyelamatkan satu teman, maka kita telah menyelamatkan masa depan Kampar. Mari kita satukan tekad, Media Kuat, Kampus Hebat, Kampar Bersinar Tanpa Narkoba," ucapnya.

Disisi lain Dekat Fakultas Hukum Maya Intan Pratiwi mewakili Rektor UP PAmir Lutfi ini sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan GRANAT ini.

"Kolaborasi GRANAT, JMSI dan Kampus UP dalam memerangi narkoba merupakan langkah tepat agar Kampar bersih dari narkoba dan ini bentuk nyata untuk mendukung kemajuan generasi yang mengenyam pendidikan di kampus ini," kata dia.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk generasi muda yang sehat, bersih dari narkoba, dan berintegritas, tidak hanya unggul secara akademis.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan komitmen bersama dan edukasi berkelanjutan agar generasi muda mampu menjaga diri dari pengaruh negatif.

Ia menyambut baik sosialisasi yang digelar Granat dan JMSI Kampar tersebut sebagai upaya membangun kesadaran mahasiswa untuk menjauhi narkoba dan meraih masa depan gemilang.

Hadir disana Ketua Umum Dewan Dakwah Syamsul Bahri, Dosen UP Molly Wahyuni yang juga Ketua Dewan Pakar JMSI Riau dan pengurus GRANAT, Penasihat JMSI Kampar Akhir Yani, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kampar, Mardailis Dahlan.

Ketua Panitia Gustika Rahman menyampaikan bahwa dengan sosialisasi bahaya narkoba harus menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak.

"Suksesnya acara ini didukung SKK Migas, PHR, EMP Gandewa sebagai sponsor sehingga ini menjadi bagian peran pihak swasta membantu memerangi narkoba," jelas Agus.

Dalam acara sebagai pembicara utama, Anggota Komisi I DPR RI ustad Syahrul Aidi Maazat memberikan edukasi berdasarkan pengalamannya sebagai pengamat pergaulan remaja gen z yang sangat rentan dipengaruh oleh lingkungan dan teman di sekitar.

Menurutnya faktor terbesar yang mempengaruhi seseorang terlibat pemakaian narkoba ini tidak lain adalah lingkungan.

Pengaruh teman dan lingkungan pengguna sangat besar,nmaka sebagai mahasiswa agar memiliki prinsip hidup yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun ajakan yang dapat merusak masa depan.

Ia menyoroti tiga hal yang perlu diwaspadai generasi muda, yakni judi, narkoba, dan pergaulan bebas. Menurutnya, ketiganya dapat membawa dampak serius apabila tidak diantisipasi dengan kesadaran dan pengendalian diri.

Untuk menghindarinya, Syahrul Aidi menekankan pentingnya prinsip hidup yang berlandaskan akidah dan keimanan sebagai pedoman dalam menentukan sikap serta mengambil keputusan.

Selain itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Setiap informasi, tawaran, maupun hal baru yang ditemui harus diperiksa terlebih dahulu kebenaran dan risikonya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menerima sesuatu dari orang lain tanpa mengetahui isi dan tujuannya.

Syahrul Aidi juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan. Menurutnya, sesuatu yang tampak menyenangkan pada awalnya belum tentu membawa kebaikan pada akhirnya.

Ia mengajak mahasiswa memilih lingkungan pergaulan yang positif. Teman yang baik, katanya, bukan sekadar orang yang selalu memuji, melainkan mereka yang berani memberikan nasihat ketika seseorang melakukan kesalahan.

Selain membangun karakter, Syahrul Aidi mendorong generasi muda menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta meningkatkan keterampilan pendukung, seperti kemampuan berbicara di depan umum, penguasaan bahasa, dan berbagai kecakapan lainnya.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki beragam kemampuan agar menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, wartawan senior Akhir Yani menyoroti peran strategis media dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba. Ia membagikan pengalamannya selama meliput perkara kriminal dan penangkapan pengguna narkoba.

Akhir Yani menyebutkan, berdasarkan paparan Pengadilan Negeri Bangkinang pada 2025 yang ia rujuk, perkara pencurian berondolan sawit menjadi salah satu kasus yang menonjol. Ia mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan sebagian tindak pencurian dengan kebutuhan untuk memperoleh narkoba.

Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak luas, baik terhadap kesehatan maupun kehidupan sosial masyarakat.

Ia mengajak mahasiswa yang mengikuti sosialisasi untuk ikut menyebarluaskan pemahaman tentang bahaya narkoba melalui media sosial masing-masing.

Akhir Yani juga mengingatkan pentingnya peran media dalam meluruskan informasi yang keliru, termasuk mengenai obat-obatan yang diduga mengandung zat adiktif atau berbahaya. Wartawan, katanya, perlu melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi itu kita tulis dalam pemberitaan agar masyarakat teredukasi,” ujarnya.

Ia turut mendorong media mengubah cara pandang terhadap pengguna narkoba dengan tidak hanya menempatkan persoalan tersebut sebagai isu kriminal, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan pemulihan.

Menurutnya, penyintas narkoba tidak seharusnya terus-menerus diberi label negatif. Media perlu mengangkat kisah pemulihan untuk menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami ketergantungan tetap memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Salah seorang peserta, Mardi Efendi (43), mahasiswa semester VII Fakultas Hukum UPTT yang mengaku sebagai penyintas penyalahgunaan narkoba, turut membagikan pengalaman hidupnya.

Ia menyebut UPTT menjadi salah satu tempat yang membantunya menjalani kehidupan lebih terarah. Saat ini, ia berupaya menjaga rutinitas dengan membagi waktu antara kegiatan kampus, rumah, dan usaha.

Menurut Mardi, lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap proses pemulihan seseorang dari ketergantungan narkoba. Meski telah menjalani rehabilitasi, seseorang tetap berisiko kembali menggunakan narkoba apabila kembali ke lingkungan yang sama tanpa dukungan untuk berubah.

Ia mengatakan, banyak pengguna sebenarnya ingin berhenti, tetapi kesulitan mempertahankan pemulihan ketika lingkungan sekitarnya tidak mendukung.

Karena itu, Mardi berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dapat menyediakan fasilitas rehabilitasi yang lebih memadai dan mudah dijangkau masyarakat. Ia menilai layanan rehabilitasi sangat penting untuk membantu pengguna menjalani proses pemulihan secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak para pengguna narkoba agar memiliki kesadaran dan kemauan kuat untuk berhenti serta mencari bantuan yang tepat.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan kuis interaktif yang dipandu Syahrul Aidi Maazat bersama Ketua Dewan Dakwah Kampar, Samsul Bahri.

Melalui kegiatan ini, Granat dan JMSI Kampar berharap mahasiswa tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor pencegahan di lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat. (*)