Begini Tanggapan Penonton Di Pekanbaru Terhadap Film Tuhan Benarkan Kau Mendengarku
Nazkanews - Suguhan film religi yang dipersembahkan Rumah Produksi Paragon Pictures yang tayang perdana pada Kamis 29 Januari memberikan reaksi beragan dari para penonton di cinema XXI Pekanbaru.
Diantaranya disampaikan Sekretaris Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Gusmiyar Ridwan. "Film Tuhan Benarkah Kau Mendengarku itu sangat menginspirasi, mengajarkan kita tentang bagaimana kita harus menghormati kehidupan dengan keyakinan dan doa," ujarnya.
a mengatakan doa akan terkabul jika kita memiliki keyakinan yang kuat dan sabar menunggu waktu yang tepat. Kesabaran dalam ujian, hidup tak selalu mulus, ujian yang datang adalah cara Tuhan menguji dan memperkokoh kita.
Kemudian ditambah adanya cinta dan persahabatan, dukungan dari orang terdekat bisa menjadi kekuatan besar dalam menghadapi kesulitan.
"Jangan menyerah ketika uian itu datang, saling mendukung itu pondasi buat kita bisa berdiri kuat dalam setiap fase hidup," ujarnya.
Ia melanjutkan, keluarga sebagai tempat kembali saat capek, sahabat sebagai teman jalanin cerita, dan doa sebagai benteng hati yang selalu nyaman.
Semuanya itu jadi satu paket yang bikin hidup jadi lebih berarti dan tidak terasa sendirian menghadapi segala sesuatu. Walau ada rintangan tetap hadapi rintangan berat itu dengan sabar, tetaplah berjuang dan bawalah dalam doa, percaya bahwa dalam kesulitan pasti ada kemudahan dan ada jalan keluarnya.
Sementara itu menurut pengurus KPPI Riau Mimi Afiza menyebutkan bahwa film itu menggambarkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, masalah, kekecewaan, dan doa yang terasa tak terjawab sering menjadi ujian iman.
"Konflik keluarga mengajarkan pentingnya kesabaran, komunikasi, dan saling menguatkan. Melalui proses tersebut, pasangan belajar bahwa Tuhan selalu mendengarkan, namun jawaban-Nya hadir lewat ketulusan, keikhlasan, dan usaha bersama dalam menjaga keharmonisan keluarga," terangnya.
Dia menjelaskan bahwa ada kekurangan yang dimainkan dalam film tersebut diantaranya alur cerita agak lambat, konflik cenderung berulang, dan pendalaman karakter masih kurang.
Ia memberi saran sebagai evaluasi agar sutradara bisa memperkuat konflik rumah tangga yang realistis, sampaikan pesan lewat tindakan bukan dialog, dan kembangkan karakter agar cerita lebih hidup dan membekas.
Dibalik itu sebagai kelebihan dari alur ceritanya yang bertema iman dan rumah tangga kuat, pesan moral jelas, dan emosinya menyentuh.
Namun bagaimanapun juga, film ini memberi edukasi kepada penonton terhadap kehidupan rumah tangga pentingnya kekuatan iman dan keteguhan hati seorang perempuan yang menerima segala cobaan.
"Alur cerita film itu juga memberikan contoh kepada penonton bagaimana seorang perempuan harus tangguh menghadapi segala ujian hidup yang diberikan oleh Allah untuk tetap memohon doa dan perlindungan-Nya," kata NettyMindrayani yang juga pengurus KPPI Riau ini.
Ia menyimpulkan film bertema religi ini seperti menggambarkan kehidupan yang realita sesungguhnya, hanya saja masih terdapat kekurangan yang mungkin terlupa oleh sang sutradara gambaran perhatian dari ucapan seorang ibu terhadap anaknya yang akan selalu menemani yang dalam alur cerita tidak ada tayangan kebersamaan itu.
Disisi lain pengurus KPPI Riau Shinta mengatakan "Alhamdulillah kami diveri kesempatan untuk Nobar di XXl, Review jujur tentang film ini bagus karna mengangkat tentang realita kehidupan berumah tangga yang penuh konflik dan dengan alur cerita membuat penonton terbawa emosi berupa rasa kecewa, kesal dan marah serta juga sedih, semoga sukses selalu dan terima kasih," akunya. (*)



